top of page
  • Writer's pictureAdmin

Masa Krisis Melahirkan Pemimpin Hebat. Seni Memimpin Tanpa Jabatan #2


Halo sobat Jasa Lengkap!

Pemimpin yang baik harus bisa menyesuaikan diri dengan segala keadaan. Di dalam masa krisis pun, seorang pemimpin yang baik tetap harus bisa menyesuaikan diri, bahkan selalu membuat improvement. Buat kamu yang berkomitmen untuk menjadi pemimpin handal di segala situasi, mimin sudah rangkumkan 5 aturan dari buku Seni Memimpin Tanpa Jabatan supaya kamu tetap improve di masa krisis. Kalau mau dibikin singkatan, 5 aturan ini bisa disingkat jadi SPARK. Penasaran? Baca sampai habis ya!


1) Speak With Candor: Bicara Terus Terang

Jadilah komunikator yang bersih, dapat dipercaya, dan inspiratif. Dalam masa-masa sulit, memang sulit untuk mengungkapkan hal-hal yang sebenarnya terjadi. Kamu mungkin hanya bisa sekadar berbasa-basi, menahan perkataan, sembari mengucapkan hal-hal semu untuk melindungi posisimu. Padahal, orang-orang ingin mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya, bukan segala basa-basimu itu.

Seorang pemimpin yang baik mampu mengutarakan permasalahan-permasalahan berat yang sulit atau tidak berani untuk diungkapkan oleh orang-orang biasa. Semua dikomunikasikan langsung dan apa adanya, tanpa banyak pembelaan sana-sini. Tak masalah orang sekitar tak setuju, sebab bukan persetujuan yang utama. Yang utama adalah kejujuran dan integritasmu.

Cara penyampaian yang baik juga penting untuk dikuasai. Pemilihan kosa kata, gaya bahasa, sampai tempat pembicaraan pun perlu menjadi pertimbangan. Sebaiknya sampaikan segala sesuatu secara langsung atau tatap muka, paling tidak dengan video call apabila tidak memungkinkan.


2) Prioritize: Miliki prioritas

Pemimpin yang baik tetap teguh pada tujuan dan tahu mana masalah yang paling mendesak untuk segera diatasi. Mereka bekerja dengan motivasi Fokus pada yang terbaik dan abaikan sisanya.

Namun perlu diingat bahwa menyelesaikan banyak pekerjaan buat pertanda kinerja yang hebat. Banyak orang yang sibuk, tetapi tidak produktif. Pemimpin yang baik tahu hal-hal apa yang harus disibukkan terlebih dahulu. Dengan kata lain, mereka punya prioritas. Jadi, dalam krisis seperti ini, jadilah pemimpin yang bisa mengidentifikasi apa permasalahanmu dan bisa menetapkan prioritas untuk kerja yang efektif.


3) Adversity Breeds Opportunity: Kesulitan Melahirkan Kesempatan

Setiap kemunduran membawa petunjuk untuk langkah besar. Setiap tragedi pasti punya hikmah. Setiap kegagalan membuka pintu baru untuk kesuksesan. Namun, tak semua orang menyadari ini. Banyak yang masih terjebak mindset bahwa kegagalan, kemalangan, dan tragedi adalah pertanda untuk berhenti.

Pemimpin yang baik memiliki mindset bahwa krisis mengundang kesempatan yang baru, yang tak terduga. Ingatlah bahwa kekuatan utama pemimpin sejati adalah perjuangan dan juga pelajaran dari kegagalan. Kunci dari krisis bukan bagaimana kita menghadapinya. Kunci sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan dengan tantangan-tantangan yang ada serta seberapa cepat kamu bangkit.


4) Respond: Respons Tantanganmu, Jangan Sekadar Bereaksi

Jebakan yang menyertai dalam setiap tantangan yang kamu hadapi adalah rasa panik. Gara-gara panik, waktu produktif bisa berubah menjadi kesia-siaan untuk bereaksi berlebihan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang merespons, bukan sekadar bereaksi. Ikut terseret dalam kepanikan malah memperparah masalahmu. Tetaplah tenang di bawah tekanan, berhenti cemaskan hal-hal yang tidak perlu. Fokuslah pada apa yang bisa kamu kerjakan untuk memperbaiki keadaan. Ingat selalu bahwa inisiatif dan kerja keras adalah tindakan pemanasan untuk panggung utama yang disebut kesuksesan.


5) Kudos: Keren

Pemimpin yang baik mampu menebar semangat dan inspirasi kepada orang di sekelilingnya dalam keadaan apapun, termasuk dalam krisis. Berikan reward untuk hal-hal baik yang dilakukan orang sekitarmu. Belajarlah menghargai segala tindakan kecil orang di sekelilingmu, berikan pujian, dan tunjukkan kepedulianmu. Kepemimpinan bukan melulu mengkritik atau menunjukkan kesalahan saja. Dengan begitu, orang-orang di sekitarmu akan terinspirasi dan merasa positif atas apa yang dikerjakannya.


Demikian 5 aturan menjadi pemimpin di masa krisis yang mimin rangkumkan dari Seni Memimpin Tanpa Jabatan. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa, kalau butuh jasa, cari aja di Jasa Lengkap! Harga jelas, langsung terhubung dengan penyedia, tanpa biaya layanan.


0 comments

Comments


bottom of page