• Admin

Maskulin Sih, Tapi Kok Nyebelin? Yuk Kenalan Sama Toxic Masculinity


Halo Sobat Jasa Lengkap!


Pernah ga sih kamu berinteraksi dengan teman cowok kamu dan merasa kalau dia maskulin? Well, pada dasarnya, setiap laki-laki pasti punya sisi maskulin dalam dirinya. Tapi, kadang ada aja sifat maskulin yang justru menurut kita aneh dan ngeselin. Misalnya, menghina laki-laki dengan motor matic dengan banci. Atau mungkin karena merasa laki, maka segala cara diselesaikan dengan kekerasan. Hmmm ini adalah contoh kecil dari toxic masculinity.


Toxic masculinity adalah standar maskulinitas yang berlebihan, membahayakan, dan agresif. Pelakunya cenderung kasar, berusaha dominan, agresif, memiliki standar aneh agar dianggap seperti laki-laki, serta merendahkan wanita dan kaum marjinal.


Apa aja contohnya?

  • “Kamu ga boleh nangis, kan cowo”

  • “Cowo wajib bayarin cewe dong”

  • “Masa laki motornya matic”

  • “Laki kok ga bisa main bola?”

  • “Ih apaan laki-laki masak di dapur”

  • “Wanita wajib menurut kepada laki-laki! Itu kata agama!”

  • “Ya elah lu kayak banci. Ini baru laki!”

  • “Badan lu jelek krempeng. Kayak gue dong ada ototnya.”

Secara umum, ciri-cirinya ya seperti ini. (dikutip dari Alodokter)

  • Tidak menunjukkan emosi sedih dan mengeluh, serta menganggap bahwa pria hanya boleh mengekspresikan keberanian dan amarah

  • Tidak membutuhkan kehangatan atau kenyamanan

  • Tidak perlu menerima bantuan dan tidak boleh bergantung pada siapa pun

  • Harus memiliki kekuasaan dan status sosial yang tinggi agar bisa dihormati oleh orang lain

  • Berperilaku kasar dan agresif, serta mendominasi orang lain, khususnya wanita

  • Tendensi untuk bersikap misoginis

  • Cenderung melakukan aktivitas seksual dengan kasar

  • Menganggap “keren” kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok, minum minuman beralkohol, bahkan mengonsumsi obat-obatan terlarang

  • Heteroseksisme dan homofobia


Emangnya Toxic Masculinity Berbahaya?


Mungkin tampak sepele, tapi berhubungan dengan orang toxic masculinity bisa mengganggu mental kamu. Apalagi kalau kamu membangun hubungan cinta. Bisa KDRT dan cerai lho!


Pria yang tunduk pada standar maskulin yang toxic juga membatasi dirinya. Misalnya, pria didoktrin untuk tidak boleh menangis. Padahal, ekspresi sedih perlu dikeluarkan agar tidak berujung kepada depresi dan stress.


Apa Solusinya

Kalau kamu terjebak dalam hubungan dengan orang toxic masculinity, cara terbaik adalah dengan show power. Cara ini efektif agar kamu tidak dibully. Tidak harus dengan

konfrontasi kok, memutuskan hubungan sudah termasuk dalam show power.


Kalau dampak dari toxic masculinity sudah sampai tahap mengganggu kehidupan sehari-harimu, kamu perlu berkonsultasi dengan ahlinya. Konsultasi dengan psikolog tidak mahal kok, hanya di kisaran 50 - 100 ribu aja.


Jadi, kalau kamu membutuhkan psikolog, kamu bisa temukan di Jasa Lengkap. Harga jelas, tanpa biaya layanan.

0 comments